Sabtu, 28 Januari 2012

Bahaya Flu Babi


MARAKNYA penularan flu babi (swaine flu) di beberapa negara membuat pemerintah Indonesia waspada. Pemerintah telah menghentikan impor babi dan memperketat pengawasan di perbatasan, termasuk di bandara. Langkah itu dilakukan untuk mencegah masuknya virus flu babi di Indonesia. Flu babi patut diwaspadai. Sebab penyakit mematikan itu sangat cepat menular ke manusia lewat udara. Penularannya jauh lebih cepat dibandingkan flu burung. Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner (Balivet) drh Darminto yang ditemui Radar Bogor di kantornya, kemarin.
“Penularan flu burung ke manusia prosesnya lama. Beda dengan flu babi yang begitu cepat menular ke manusia. Flu babi menular melalui pernafasan,” ujar Darminto. Menurut dia, flu babi sudah lama menyebar di luar negeri, seperti di Mexico, Kanada, Taiwan dan Australia. Flu babi di Mexico sudah ada sejak 1971 dan Taiwan sejak 1994. Penyakit itu menular ke sejumlah negara. “Korban yang meninggal di Mexico akibat flu babi sudah mencapai 100 orang,” imbuhnya. Kendati flu babi dan flu burung sama-sama mematikan, flu babi rupanya lebih berbahaya karena penyebarannya jauh lebih cepat ke manusia.

Korbannya juga lebih banyak manusia ketimbang babi. Hal itu berbeda dengan flu burung yang korbannya lebih banyak unggas ketimbang manusia. Darminto menjelaskan, tingkat kematian babi akibat flu babi hanya satu persen. “Flu babi tidak terlalu berbahaya bagi babi, tapi sangat berbahaya bagi manusia,” tuturnya. Karena itu, kata dia, pemerintah menghentikan impor babi dan memperketat pengawasan di bandara. Dia menjelaskan, orang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia harus diperiksa, sebab dikhawatirkan yang bersangkutan terjangkit virus flu babi.
Darminto mengatakan, Balitvet sudah meneliti penyakit babi di Indonesia, termasuk mengidentifikasi flu babi. Penelitian itu dilakukan sejak 2000-an. Hasilnya, babi di Indonesia dinyatakan aman flu babi. Dia mengatakan, Balivet mengambil sampel darah babi di sejumlah wilayah, seperti Bali, Kalimantan, Sulawesi dan NTT. Sampel darah babi diperiksa di laboratorium Balivet. “Semuanya bebas flu babi,” katanya.
Namun, lanjut dia, maraknya flu babi di luar negeri membuat pemerintah Indonesia harus lebih waspada. Karena itu, Balivet akan intens melakukan penelitian babi di sejumlah daerah. Dia juga meminta masyarakat proaktif melaporkan ke pemerintah jika menemukan babi yang terjangkit virus flu babi.
Seperti apa ciri-ciri flu babi? Darminto menjelaskan, babi yang terinfeksi virus flu babi akan mengalami demam tinggi, nafsu makan hilang, malas bergerak dan sesak nafas jika sudah parah. Sementara ciri-ciri flu babi pada manusia yakni demam tinggi, nafsu makan kurang, semua anggota tubuh terasa sakit, mual, batuk, muntah-muntah dan terkena radang tenggorokan. “Kita berharap Indonesia aman dari flu babi,” tegas Darminto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ksatrio.471@gmail.com